Batik untuk UTS (?)

“Saya setuju dengan aturan tersebut, karena dengan menggunakan batik dapat menggambarkan budaya Indonesia, tapi untuk baju batiknya sedikit agak susah jika harus dipakai setiap hari selama UTS dilaksanakan…”

Malang-Canopy, Ujian Tengah Semester (UTS) sebentar lagi akan dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) dimulai pada Senin, 8 Oktober 2018. UTS dijadikan sebagai ajang mengukur kemampuan mahasiswa pada pertengahan semester. Baru-baru ini, Sistem Informasi Administrasi Terpadu (SIAT) FP UB mengeluarkan pemberitahuan mengenai tata pakaian yang digunakan saat UTS. Pemberitahuan tersebut berisikan informasi bahwa pada saat UTS mahasiswa dihimbau untuk mengenakan baju batik dan celana kain serta tidak diperbolehkan mengenakan bahan jeans. Himbauan tersebut belum pernah diberlakukan pada tahun sebelumnya dan baru tahun ini.

Himbauan memakai batik di SIAT

“Saya setuju dengan aturan tersebut, karena dengan menggunakan batik dapat menggambarkan budaya Indonesia, tapi untuk baju batiknya sedikit agak susah jika harus dipakai setiap hari selama UTS dilaksanakan. Lalu informasi yang diberikan kurang lengkap sehingga banyak mahasiswa yang belum mengetahui informasi tersebut”, ujar Khafidhotin yang merupakan mahasiswi baru di FP UB. Mahasiswi Agribisnis ini berharap bahwa informasi yang diberikan lebih rinci sehingga seluruh mahasiswa mengetahui informasi tersebut secara merata.

“Saya juga setuju mengenai pemberitahuan tentang dresscode UTS tersebut, walaupun sebelumnya saya belum mengetahui informasinya”, ungkap Khoulin mahasiswi Agroekoteknologi 2016 yang sebelumnya belum mengetahui adanya himbauan tersebut.

Alimudin, SH., M.AB.. selaku Kepala Subbagian (Ka. Subbag) Akademik FP UB menanggapi hal tersebut bahwa sebenarnya dari pihak akademik sendiri tidak mewajibkan namun hanya menghimbau mahasiswa untuk mengenakan batik saat UTS mengingat banyaknya generasi muda yang sering lupa akan budayanya sendiri. Sehingga adanya himbauan tersebut diharapkan dapat memberi kesadaran mahasiswa untuk terus melestarikan dan mencintai batik yang merupakan ciri khas dan budaya Indonesia.

Beliau juga mengatakan bahwa yang mengemukakan ide tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Kuswanto selaku Wakil Dekan (WD) I FP UB, dimana kebijakan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun-tahun sebelumnya, namun baru terealisasikan tahun ini. Selain itu, kebijakan tersebut berhubungan dengan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober yang berdekatan dengan pelaksanaan UTS FP UB.

“Himbauan untuk mengenakan baju batik saat UTS merupakan ide yang bagus. Saya harap penggunaan baju batik lebih diterapkan lagi kedepannya, misalnya tiap minggu ada ‘Kamis Berbatik’. Jadi, saya setuju dengan ide mengenakan baju batik saat UTS”, ujar Abel mahasiswa Agroekoteknologi 2016.

 

Reporter : Yosy Melinda dan Annisa Bela Nuraini

Fotografer : Aisyah Rizki H.

One thought on “Batik untuk UTS (?)

  • October 8, 2018 at 3:10 pm
    Permalink

    Gambar di SIAT tertulis ketentuan untuk mengenakan batik ketika UTS, sedangkan pada artikel tertulis “…pihak akademik sendiri tidak mewajibkan namun hanya menghimbau mahasiswa untuk mengenakan batik saat UTS…” (paragraf 4). Jadi, mengenakan batik saat UTS merupakan himbauan atau kewajiban?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.