Entrepreneur University, Kemanakah itu?

 

Universitas Brawijaya tampak atas Foto: Rochmat/canopy
Universitas Brawijaya tampak atas
Foto: Rochmat/canopy

 

Universitas brawijaya, lengkap dengan panggilannya “Entrepreneur University” menjadi tanda tanya besar, apa maksudnya? bagaimana terapannya dan sebagainya? “Entrepreneur University Bagaimana kita menjadikan sesuatu itu bisa lebih baik, pertama kita perlu merubah mindset, jangan berpikir sempit. Kedua, belajarlah memandang sesuatu itu lebih baik, dan positive thingking,” kata Lilik setyobudi selaku selaku ketua inkubator bisnis Universitas Brawijaya.

Berawal Tahun 1998, menjadi titik awal diwajibkannya mata kuliah Kewirausahaan di Universitas Brawijaya (UB), pada tahun 2003 UB juga mengawali kegiatan entrepreneurship berupa project inkubator bisnis dimana pendidikan entrepreneurship di ketuai oleh Lilik Setyobudi, kemudian tahun 2006 melakukan studi banding ke USA, Korea Selatan, dan Jepang untuk melihat project inkubator bisnis disana. Beberapa waktu setelah itu UB mengalami Perubahan yang cukup signifikan, mengubah singkatan “unibraw” menjadi UB (yubi) dengan slogan “Join Ub be the best” dan pada 2 juni 2007 di deklarasikan bahwa UB menuju Entrepreneurial University yang dipimpin oleh rektor Yogi Sugito pada saat itu.

Lilik juga mengatakan bahwa entrepreneur bukan hanya bussines Entrepreneurship, melainkan ada juga social Entrepreneurship, goverment entrepreneurship dll. Artinya mindset Entrepreneur perlu ditanamkan dalam berbagai bidang untuk berwawasan luas, cerdas dan berpikir positif.

Namun, nampaknya tidak semua mahasiswa paham makna entrepreneur sesungguhnya, seperti yang dikatakan Citra, mahasiswi agribisnis 2013 “Entrepreneurship intinya yah pokoknya berkaitan dengan usaha-usaha gitu deh,” ungkapnya. Berbeda dengan pendapat Ilham, agroekoteknologi 2011, menurutnya, entrepreneur merupakan pengembangan ide-ide kreatif dan inofatif yang dapat menghasilkan sesuatu.

Dosen tidak bisa merubah mindset mahasiwa, ungkap Lilik. Mahasiswa harus merubah sendiri mindset dalam dirinya. Kami hanya bisa menjadi motivasi eksternal. Mahasiwa harus mencari tahu apa yang menjadi kebutuhannya (need for achivement).

Kepedulian mahasiswa UB sudah banyak pula terlihat, seperti kepeduliannya dalam wirsausaha, PKM, dsb. Miftahul Huda Direktur Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Mahasiswa Wirausaha (MW). “Dalam kesehariannya program kerja yang dilakukan adalah berkaitan dengan seminar entrepreneur, forum bisnis dan sharing-sharing bisnis lainnya. MW lebih mencari pada jaringan, MW sebagai bisnis center, konsultasi kewirausahaan, bisa juga menhubungkan kewirausahaan antar fakultas. Untuk itu mahasiswa perlu menjadi mandiri, jangan menunggu. Lakukan sesuatu. Sebutan Entrepreneur University memang cocok, tapi sejauh ini masih universitasnya saja yang Entrepreneur, mahasiswanya belum,” Ungkap huda.

Terakhir, menurut Lilik, mulailah dari sekarang mahasiswa mencari tahu apa yang dibutuhkan. Tunjukkan identitasmu. Belajarlah merubah mindset menjadi seorang entrepreneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *