Pendidikan Dalam Sudut Pandang Mahasiswa

Oleh: Nur Dian Laksono

Ing NgarsoSungTulodo, Ing MadyoMbangun Karso, TutWuri Handayani. Sekilas kita akan tahu tentang kalimat tersebut. Kalimat tersebut telah menjadi ciri khas dari pendidikan Indonesia. Tapi banyak orang hanya mengetahui rangkaian kata-kata tersebut tanpa mengetahui arti serta makna yang terkandung di dalamnya.

Semboyan pendidikan Indonesia mempunyai arti; orang yang di depan menjadi teladan atau panutan, orang yang di tengah sebagai penggerak, orang yang mengikuti di belakang sebagai pendorong moral. Dari ketiga rangkaian kata-kata yang kemudian menjadi kalimat tersebut kita akan mengetahui adanya suatu kerja sama yang dilakukan tiga pihak. Pihak pertama yang menjadi inspirasi serta menjadi pemimpin dari pihak lain. Pihak kedua sebagai pihak pelopor. Pihak ketiga sebagai pihak pendorong moral dari balik panggung.

Sedikit melihat ke belakang saat kita menjadi siswa sekolah. Akan terasa berbeda setelah kita mengenyam bangku perkuliahan. Saat di sekolah kita tahu adanya kerja sama antar siswa, bahkan sebelum lulus pun banyak gambar-gambar wallpaper yang sering dishare di media sosial yaitu “Masuk Bareng Keluar Bareng”. Berbeda halnya dengan saat menjadi seorang mahasiswa apalagi menjadi mahasiswa semester tua. Kita akan merasa bahwa tiap orang akan menjadi individualistis dan menjatuhkan mahasiswa lain hanya untuk mendapatkan nilai bagus dan lulus tepat waktu.

Indonesia dikenal menjadi negara dengan tingkat keramahan yang tinggi dibandingkan dengan negara lain. Adanya budaya gotong-royong mencerminkan bahwa bangsa ini mempunyai tingkat sosial sesama orang yang tinggi. Tetapi seiring dengan meningkatnya arus globalisasi, budaya gotong-royong seakan tergerus oleh perkembangan zaman.

Merujuk pada semboyan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, terciptanya sesuatu yang mendekati sempurna – karena kesempurnaan hanya milik Tuhan; dibutuhkan sistem yang berjalan optimal. Sistem tidak bisa berjalan optimal jika hanya dilakukan oleh satu orang saja. Diperlukan adanya kerja sama antar pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Kita sebagai mahasiswa seharusnya menerapkan semboyan cetusan Bapak Pendidikan Indonesia tersebut. Kerja sama yang dimaksud bukan dalam arti saling mencontek atau menjiplak tetapi dalam hal saling melengkapi kebutuhan dan menyokong moral antar mahasiswa. Kita membantu mengupayakan terwujudnya universitas sebagai pihak yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tercapainya cita-cita perguruan tinggi akan memberikan manfaat, tidak hanya segelintir orang yang merasakan, tetapi seluruh bangsa Indonesia.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *