Tim Putra FP Rebut Juara BFL 2015

Tim futsal putra FP UB bersorak gembira ketika berhasil menumbangkan tim FIA lewat dra adu pinalti. Foto: Alif/canopy
Tim futsal putra FP UB bersorak gembira ketika berhasil menumbangkan tim FIA lewat dra adu pinalti.
Foto: Alif/canopy

 

Malang, CANOPY – Drama adu penalti mewarnai pertandingan final putra Brawijaya Futsal League (BFL) 2015 yang mempertemukan antara FP melawan FIA. Laga yang di gelar di GOR PERTAMINA Universitas Brawijaya senin (04/05) itu akhirnya di menangkan FP dengan skor akhir 6-5.

FIA yang juga lawan berat FP di fase grup, memang belum terkalahkan. Dengan ciri khas permainan cepat dan pergerakan pemain yang lincah, FIA merupakan pemuncak klasemen divisi utama sebelum akhirnya melaju ke babak semifinal.

Di babak pertama FIA unggul terlebih dahulu lewat sontekan Nalendra pada menit ke-10. Namun FP berhasil membalikkan kedudukan lewat gol Hafin menit ke-14 dan Yudo menit ke-16. FP unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, FP yang bermain lebih bertahan, tak mampu lagi membendung serangan dan akhirnya kecolongan pada menit ke-17 babak kedua lewat gol yang dicetak Haris. Skor akhir 2-2 memaksakan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Setelah sebelumnya FIA gagal 2 kali dalam mengeksekusi penalti berkat penampilan apik Gafrin, Anggoro yang menjadi eksekutor terakhir dari FP tak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangannya dengan mudah mengalir deras ke gawang lawan dan memastikan kemenangan untuk FP dengan skor 6-5.

Dari hasil tersebut FP akhirnya dapat mengakhiri puasa gelar setelah sebelumnya selalu menjadi runner up di BFL 2014 maupun OB 2014.

Namun terlepas dari hal itu, permainan FP yang bertahan pada babak kedua ditanggapi oleh sang pelatih Edi Sutjipto, menurutnya, itu adalah bagian dari strategi. ”Ya, itu bagian dari strategi, soalnya kalau kita main full press kita kalah secara fisik. Kita hanya menunggu di daerah, kita manfaatkan transisi, sebenarnya tadi sudah rapat sekali, tapi sedikit kecolongan,” katanya.

FP yang menang lewat drama adu penalti, menurut Edi berkat mental yang kuat dari para pemain. Ia mengaku sama sekali tidak menyiapkan jika pertandingan harus dilanjutkan dengan adu penalti. “Gak pernah nyiapin adu penalti, soalnya adu penalti itu lebih beradu mental, yang penting mentalnya bagus, itu yg akan menang, sama yang kedua yaitu beruntung,” tambahnya.

Yudo Aji, pencetak gol kedua untuk FP mengungkapkan rasa senangnya bisa membawa nama baik Fakultas Pertanian menjadi jawara BFL. ”Alhamdulillah sangat senang bisa cetak gol di final dan bisa bawa FP juara, tahun lalu runner up meningkat jadi juara 1, kita semua bersyukur,” ungkapnya.

Selain prestasi yang diraih tim putra, prestasi lain pun di cetak oleh tim futsal putri FP, yang sebelumnya berhasil mengalahkan FIA di laga final juga lewat adu tendangan penalti. Dengan itu, pada tahun ini FP berhasil meraih hasil Maksimal dengan mengawinkan 2 gelar juara bergengsi BFL putra maupun putri.

Untuk kedepannya, Yudo berharap tim futsal putra maupun putri tetap solid dan kompak. ”Semoga permainan bagusnya tetap stabil, tetap semangat dan kompak, supaya tahun depan kita bisa juara lagi,” tambahnya.

Reporter: Alif Nur Rizki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *