Inovasi Baru PKKMU

Inovasi baru: Papermob yang dibentuk ribuan maba membentuk tulisan UB. Dok. CANOPY/Tian A.
Inovasi baru: Papermob yang dibentuk ribuan maba membentuk tulisan UB. Dok. CANOPY/Tian A.

MALANG, CANOPY —PKKMU pada tahun ini menggunakan inovasi baru. Inovasi tersebut adanya Papermob dan pemindahan panggung dari yang tahun sebelumnya berada membelakangi gedung Rektorat menjadi di bundaran UB diatas kolam. Untuk Inovasi di materi ruang yaitu adanya pemateri nasional Panglima Tinggi TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Pelaksanaan ini dilakukan oleh 13.387 mahasiswa baru Universitas Brawijaya. Papermob ini terlihat sederhana yaitu membentuk tulisan UB berwarna kuning serta warna latar belakang yang berwarna biru, sedangkan untuk maba yang berada di jalan membentuk bendera Merah Putih.

Penggunaan Papermob ini sejatinya telah muncul ide sejak tahun 2013, tetapi baru tahun ini berhasil terlaksana. Untuk bentuk yang terkesan sederhana, Ketua Pelaksana PKKMU Raja Brawijaya Djairan menjelaskan bahwa ini pertama kalinya sehingga tidak ingin yang terlalu ribet terlebih dahulu. Esensi yang diharapkan pada diadakannya papermob ini yaitu bangga almamater dan cinta Indonesia.

“kenapa sederhana? dikarenakan pertama kali, karena terkendala waktu, seandainya rektorat membolehkan pra Ospek maka maba akan dikerahkan untuk simulasi. Jadi langsung eksekusi pada hari H” terang mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Sedangkan untuk pelarangan pra Ospek, Reza selaku Presiden EM menuturkan bahwa hal ini kebijakan rektorat. “Larangan pra Ospek memang kebijakan rektorat, karena adanya kekhawatiran terkait pihak pihak yang menyalahgunakan wewenang, kebijakan mulai 2014 yang lebih diperketat,” terangnya.

Untuk pemindahan panggung Djairan menuturkan bahwa pemindahan ini bertujuan agar seluruh peserta PKKMU dapat melihat seluruh kegiatan upacara. “ kita mengambil resiko (panggung, red) di atas kolam dan Alhamdulillah sukses inovasi ini,” tambah ketua pelaksana.

Inovasi lain yaitu adanya pemateri nasional akhirnya bisa mendatangkan Panglima Tinggi TNI Gatot Nurmantyo. Hal ini dikarenakan adanya instruksi dari Dikti terkait pemberian materi Kebangsaan dan Kepemimpinan. “jadi materi ini cocok untuk diisi oleh Panglima,” katanya.

 

Reporter : Nur Dian Laksono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *