Peluang Bisnis dibalik Penugasan Raja Brawijaya 2017

Sebelum rangkaian PK2MU, mahasiswa baru akan mendapatkan tugas yang harus dikerjakan, mulai dari tugas yang dikerjakan melalui website, ataupun bawaan yang nanti diperlukan. Penugasan yang bermacam-macam memberikan peluang bisnis untuk mahasiswa maupun masyarakat umum. Hal tersebut dapat diketahui dari keberadaan pedagang dadakan di sepanjang jalan Veteran. Para pedagang tersebut menjual berbagai kebutuhan yang dicari oleh mahasiswa baru. kebutuhan yang diperjual belikan mulai dari ketentuan seragam seperti kemeja putih, rok maupun sepatu. Selain itu juga dijual berbagai penugasan dan barang bawaan seperti buku, pom-pom merah putih, bendera kecil bahkan sandal.

Jual beli penugasan tidak hanya dilakukan secara langsung namun juga dilakukan melalui berbagai media sosial. Jual beli tersebut melayani pembuatan penugasan dalam bentuk file  maupun barang yang telah jadi. Penugasan melalui website atau media sosial seperti pembuatan video dan twibbon.

“Saya berjualan hanya dari pengalaman setiap tahunnya, karena pasti tidak berubah jauh.dari tahun sebelumnya  dan berjualan disini juga dapat membawa keuntungan yang lumayan,” Ujar salah satu pedagang di jalan Veteran yang tidak ingin disebutkan namanya. Peminat dalam jual beli alat ospek cukup banyak misalnya dari salah satu mahasiswa yang berinisial I dia memilih membeli alat ospek di sepanjang jalan Veteran“saya tidak sempat membeli di daerah saya dan lagi saya sudah keberatan dalam membawa keperluan pribadi saya. Lebih baik bila saya membeli ditempat ini karena dekat dengan tempat kos,” terangnya.

Ada pula mahasiswa yang membeli semua kebutuhannya dengan online. Mahasiswa tersebut membeli penugasan online tersebut pada salah satu mahasiswa Brawijaya pula. Mereka hanya berpegangan pada informasi pada tahun sebelumnya dan dengan mencari tahu berbagai informasi dari beberapa pihak.

Mereka pun tidak hanya menjual penugasan untuk PK2MU namun juga menjual penugasan untuk PK2MF yang setingkat fakultas. Contohnya salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya, memilih membeli secara online “Saya takut bila kebutuhan saya mengalami kekurangan, untuk berjaga jaga saya membeli secara online agar tidak terlalu ribet,” (ard/vby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com