Disma: Tidak Perlu Takut pada Kita, Ini untuk Kedisiplinan

 

Malang, CANOPY – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, POSTER 2017 diisi dengan berbagai materi yang berkaitan dengan pengenalan mahasiswa baru pada kegiatan perkuliahan yang akan mereka lakukan. Materi yang diberikan terdiri dari dua jenis yaitu materi akademik dan materi kedisiplinan. Materi akademik yang berkaitan dengan profil fakultas, pengenalan program studi dan peraturan akademik, diisi oleh dosen maupun sivitas akademik dari Fakultas Pertanian. Sedangkan materi kedisiplinan diisi dengan pembinaan karakter, yaitu dengan adanya Displin Mahasiswa (Disma).

Disma diberikan waktu tersendiri dalam memberikan materi kedisiplinan yaitu pada pukul 07.50 dan pukul 14.15 WIB. Materi kedisiplinan berhubungan dengan kedisiplinan dalam menghadiri POSTER maupun kelengkapan atribut yang digunakan mahasiswa baru.

Salah satu mahasiswa baru, Agmira Cahya menyatakan bahwa dia merasa takut, tegang dan gemetaran saat Disma mulai memberikan materinya. “Mereka (Disma, -red) juga teriak-teriak dan mengatakan  angkatan kami lemah, tapi saya yakin dengan ini dapat membangun karakter kami,” ujarnya saat ditemui Reporter CANOPY, Senin (21/08).

Selain itu, menurut Fajar Imani, ia juga mengatakan bahwa materi kedisiplinan itu tidak menjadi masalah. “Selagi tidak ada kontak fisik ya saya tenang-tenang aja,” ungkapnya.

Naufal Wahyuaji selaku Steering Comittee Disiplin Mahasiswa mengatakan bahwa seharusnya mahasiswa tidak perlu takut dengan DISMA karena tujuannya bukan untuk menakuti.

“Disma nggak masalah, malah saya setuju, karena tujuannya adalah mengubah mindset para mahasiswa baru dari yang awalnya siswa menuju ke mahasiswa, dengan membentuk karakter serta peran mahasiswa seperti Agent Of Change (Generasi Perubahan), Social Control (Generasi Pengontrol), Iron Stock (Generasi Penerus), Moral Force (Gerakan Moral),” lanjutnya.

Naufal juga mengatakan bahwa tujuan dari disiplin mahasiswa ini tidak dapat dirasakan secara langsung sehingga mereka akan terus membimbing mahasiswa baru. Konsep yang mereka buat berdasarkan Undang-undang Program Pembinaan Mahasiswa Baru (UU PROBINMABA) dan menghindari adanya kekerasan atau perploncoan. Hal serupa juga dilontarkan Fitriyah, selaku CO Humas. “Disma tidak marah-marah namun hanya tegas untuk kedisiplinan,” pungkasnya.

Reporter : Wisnu Wardhana W

 

Tulisan ini telah terbit di media cetak CA’PONY edisi POSTER 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com