Festival Kendaraan Hias Pengingat Budaya Nusantara

”Festival kendaraan hias ini juga membangkitkan nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia dalam rangka menunjang sektor pariwisata, memberikan hiburan kepada warga kota malang maupun wisatawan mancanegara, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat umum maupun komunitas untuk menampilkan kreatifitas seni serta meningkatkan kunjugan wisatawan ke kota malang,” ujar Ida Ayu.

Antusiasme warga kota Malang yang ingin menyaksikan rangkaian acara Festival Kendaraan Hias sudah terlihat di bundaran Alun-Alun Tugu kota Malang. mulai pukul 8 pagi. Festival yang diadakan pada hari Minggu (19/8) ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kota Malang, bekerja sama dengan pemerintah kota Malang. Festival ini tepat dua hari pasca perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI)  yang ke-73 sehingga masih terasa suasana perayaannya.

Festival ini dibuka dengan penampilan drama musikal yang  menceritakan perjuangan arek-arek malang yang dipimpin oleh Mayor TNI Hamid Rusdi dalam melawan penjajah. Tidak selesai sampai disitu, pengunjung dibuat terpukau dengan penampilan sepeda kayu malang yang memiliki desain yang menakjubkan dan tidak melupakan kearifan lokal. Penampilan sepeda kayu ini sebagai ajang promosi kepada khayalak ramai bahwasanya sepeda ini merupakan produk buatan dalam negeri khususnya dari kota Malang, tepatnya di Desa Bandulan, Kecamatan Sukun, Malang.

Acara ini turut dimeriahkan oleh siswa sekolah menegah pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang menampilkan persembahan marching band serta Komunitas Sanggar Seni Dinoyo Aji yang menampilkan tari kesenian daerah. Kepala DISBUDPAR, Ida Ayu Made W. SH., M.Si. mengatakan bahwa festival ini mengusung tema Malang Guyub Indonesia Satu. Tema ini dipilih karena memiliki makna bahwasanya masyarakat kota malang terdiri atas agama, suku, dan ras yang heterogen sehingga diharapkan dapat bersama-sama bersatu dan bekerja membangun kota Malang. Beliau juga tidak lupa meneriakkan yel-yel yang berbunyi “salam budaya nusantara” untuk memeriahkan festival ini.

Beliau mengungkapkan bahwa pawai kendaraan hias ini diikuti oleh 135 peserta lomba sepeda hias dari tingkat SMP, 30 peserta lomba sepeda hias dari tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  dan 110 peserta lomba kendaraan hias. Pawai ini akan dimulai dari Jalan Tugu menuju Jalan Kahuripan, Jalan Semeru dan berakhir di Perpustakaan Kota Malang.

Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji menyampaikan bahwa melalui festival kendaraan hias ini diharapkan mampu memajukan pariwisata dan menambah devisa negara, sehingga tidak kalah dari kelapa sawit dan minyak bumi. Beliau mengungkapkan fakta menarik bahwa heritage dari kota Malang tidak hanya dari bangunan saja, melainkan juga tanaman-tanaman seperti trembesi, kenari dan beringin yang dapat dijadikan heritage karena usianya yang lebih dari 100 tahun.

“Festival ini juga sebagai ajang pembuktian kreaktifitas dan bakat dari berbagai macam peserta sesuai dengan semangat bhinneka tunggal ika” ujar Denny, salah seorang panitia pengawas jalannya festival. Rekannya (Denny -red), Rafiyanto juga menambahkan bahwa meskipun pada penyelenggaraan festival ini terdapat kendala seperti panitia yang agak kesulitan dalam mengatur urutan pawai kendaraan hias peserta, namun itu tidak menganggu keamanan dan tidak menurunkan antusiame dari peserta maupun pengunjung yang hadir di festival ini.

 

Penulis : Amir Fhad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *