
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk LENTERA TANI (Layanan Edukasi dan Teknologi Ramah untuk Kemandirian Pertanian) di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani melalui edukasi pemupukan yang tepat serta penerapan teknologi sederhana berupa Tongkat Sebar Pupuk LENTERA guna mendukung efisiensi penggunaan pupuk dan meningkatkan produktivitas pertanian. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 13 Mei 2026 dan diikuti oleh 19 petani yang tergabung dalam kelompok tani setempat. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua pelaksana dan Kepala Desa Tulusbesar.
Ketua Pelaksana Program LENTERA TANI, Gilbert Lucano, menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan program kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Program LENTERA TANI merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui edukasi pemupukan serta penerapan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan di tingkat lapangan. Lebih lanjut, Gilbert menyampaikan bahwa Program LENTERA TANI juga merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi, program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa mengajak mahasiswa untuk turut mengambil peran dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi petani. Dengan penuh semangat beliau bertanya, “Siap membantu memecahkan masalah pertanian?” yang langsung dijawab serempak dengan kata “Siap!” oleh para mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, beliau menyampaikan bahwa semangat dan komitmen mahasiswa merupakan harapan besar bagi kemajuan sektor pertanian di Desa Tulusbesar.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pupuk dan teknik pemupukan. Selanjutnya, peserta memperoleh materi edukasi terkait prinsip pemupukan 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan pupuk yang efisien guna meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus mengurangi pemborosan input produksi. Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai pengelolaan unsur hara tanaman serta praktik budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan dalam program ini adalah Tongkat Sebar Pupuk LENTERA, yaitu alat bantu pemupukan sederhana yang dibuat dari bahan pipa PVC. Alat tersebut dirancang untuk membantu petani melakukan pemupukan dalam posisi berdiri sehingga lebih ergonomis dan mengurangi kelelahan, terutama bagi petani lanjut usia. Penggunaan alat ini juga memungkinkan pupuk diaplikasikan secara lebih tepat di sekitar zona perakaran tanaman sehingga meningkatkan efektivitas penyerapan unsur hara. Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat secara langsung. Tim mahasiswa memperagakan cara pengoperasian alat mulai dari proses pengisian pupuk hingga teknik aplikasinya di lahan. Para petani kemudian diberikan kesempatan untuk mencoba alat secara mandiri dengan pendampingan dari tim pelaksana sehingga mereka dapat memahami cara penggunaan alat secara lebih mendalam.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Para petani aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta memberikan masukan terkait penerapan alat di lahan pertanian mereka. Tingkat kehadiran yang mencapai 95 persen dari target peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap inovasi dan teknologi sederhana yang dapat membantu kegiatan usahatani sehari-hari. Selain demonstrasi alat, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi efisiensi penggunaan pupuk. Melalui simulasi tersebut, petani memperoleh gambaran mengenai potensi penghematan pupuk, ketepatan aplikasi, serta manfaat penggunaan teknologi sederhana dalam menekan biaya produksi. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep pemupukan yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Program LENTERA TANI sendiri lahir dari hasil identifikasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Tulusbesar, khususnya terkait tingginya biaya pupuk, keterbatasan akses terhadap pupuk bersubsidi, serta masih rendahnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam kegiatan budidaya. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini diharapkan mampu mendorong petani untuk lebih terbuka terhadap inovasi dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Pada akhir kegiatan, perwakilan kelompok tani menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim mahasiswa yang telah melaksanakan program pemberdayaan sekaligus menyerahkan alat bantu pemupukan kepada kelompok tani setempat, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah menyerahkan alat untuk pemupukan. Semoga alat ini nantinya dapat berguna bagi para petani di Desa Tulusbesar,” ujar perwakilan kelompok tani.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi Tongkat Sebar Pupuk LENTERA diterima dengan baik oleh masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa dan kelompok tani menjadi modal penting bagi keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sebagai tindak lanjut, dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat tingkat adopsi teknologi oleh petani serta dampaknya terhadap kegiatan budidaya di lapangan. Melalui program ini, petani diharapkan mampu menerapkan teknik pemupukan yang lebih efektif dan efisien, mengurangi pemborosan input produksi, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Program LENTERA TANI juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan inovasi teknologi sederhana yang ramah lingkungan, mudah diadopsi, dan bermanfaat bagi masyarakat pertanian.
Penulis: Syaqilla Vita Az Zikri & Syarifah Hafidzah Azfairus Razka
Fotografer: Hilary Maharany
