Antara deru kota rantau dan dingin yang merayap di sela jendela,
Selalu ada jeda ganjil di sela ingatan yang melintas.
Hadirmu tak pernah selesai ku rumuskan, mengambang di ruang tanpa kepastian.
Apakah kita adalah ketidakmungkinan yang terlanjur padam sebelum sempat bernama?
Tersimpan rapi di sela lembar diktat dan bising jalanan asing,
Hanya bayangmu yang tertinggal sebagai tanda tanya yang paling sunyi.
Orang-orang menyebutnya masa lalu,
Namun di benakku ia tak kunjung tertinggal.
Rindu ini ganjil- tak punya hak untuk menuntut temu.
Ingin mengikhlaskan, namun batas antara lupa dan teringat terlalu abu-abu.
Kini ku biarkan kau abadi di kejauhan: sebuah “hampir” yang tak pernah usai
Penulis: Atthorik Mohamad Dava Mardhotillah
Editor: Ahmad Said Al Charis

