Persmacanopy.com

Membangun Pertanian Indonesia

Petani Gen-Z: Gak Harus Kotor, Bisa Estetik

Selama ini, masyarakat Indonesia yang terjun langsung di ladang dan bekerja di sektor pertanian masih sering dipandang masyarakat sebagai pekerja yang identik dengan kondisi kotor. Hal ini memang tidak terlepas dari realita bahwa sebagian petani bekerja di lingkungan berlumpur, menggunakan pakaian yang tampak lusuh dan penuh noda akibat melakukan aktivitas di lahan. Persepsi tersebut kemudian membentuk stereotip bahwa profesi petani adalah pekerjaan yang kurang menarik, kurang modern, dan berada di bawah citra pekerjaan lainnya. Namun, seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pandangan tersebut mulai mengalami perubahan. Generasi muda khususnya Gen Z mulai menghadirkan wajah baru dalam dunia pertanian yang lebih modern dan bersih. Dengan memanfaatkan input teknologi dalam aktivitas bertani seperti hidroponik, urban farming, dan smart farming, kegiatan bertani tidak lagi selalu identik dengan lumpur dan kotoran, melainkan dapat dilakukan secara lebih efisien, higienis, dan menarik secara visual.

Gen Z memang banyak dikenal sebagai tipe orang yang terbuka dengan kemajuan teknologi dan menerima kemajuan teknologi tersebut dengan cepat daripada generasi sebelumnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang sebelum Gen Z dianggap kalah dengan Gen Z, bisa saja mereka dapat menerima kemajuan teknologi dengan baik jika ada edukasi yang baik pula. Kemajuan teknologi yang diikuti oleh maraknya informasi yang datang dari luar menyebabkan pengetahuan seseorang menjadi lebih kaya oleh informasi. Orang-orang akan lebih mengikuti perkembangan zaman, akan lebih updating terkait Informasi sehingga  memunculkan hasrat semakin ingin melakukan yang terbaik dan berharap lebih maju dari sebelumnya.

Sebagai seseorang yang memiliki hasrat tersebut, seseorang tidak melihat pertanian sebagai pekerjaan yang ‘terpaksa’ karena keadaan tetapi seseorang dapat melihat peluang dari sana. Mereka menggabungkan teknologi, kreativitas, dan branding untuk menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga menarik secara visual dan bernilai ekonomi tinggi. Kemajuan Teknologi serta seiringnya bertambahnya populasi manusia ini menjadi faktor terciptanya ide untuk kemajuan bagi sektor pertanian seperti adanya hidroponik aquaponik dan urban farming di lingkungan  perkotaan. Aktivitas seperti ini Petani tidak selalu dicap sebagai pekerjaan yang selalu bermain lumpur dan Kotor, tetapi bisa juga bekerja dengan rapi dan bersih.

Tidak sedikit petani muda yang membagikan Kehidupannya dalam bertani di media sosial. Mereka mengemas konten pertanian tersebut dengan visual yang menarik mulai dari proses menanam, panen, hingga pengemasan produk. Hasilnya? Pertanian menjadi sesuatu yang relatable dan bahkan dapat menjadi inspirasi. Orang-orang yang sebelumnya tidak tertarik, mulai melihat bahwa bertani bisa jadi pilihan karier yang menjanjikan dan menyenangkan. Hal demikian membuat semua Orang mulai sadar, bahwa pertanian tidak selalu tentang pekerjaan yang Kotor, namun sebagai pekerjaan mulia yang menopang Kehidupan banyak orang, menyediakan pangan serta berperan Penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan masa depan bangsa.

Berkat adanya konten-konten yang menunjukkan sisi lain dunia pertanian yang dianggap kotor, prespektif Gen Z terhadap pertanian tidak lagi dilihat sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan keterbatasan ataupun kondisi yang kumuh, melainkan sebagai sektor yang berpotensi untuk dikembangkan secara kreatif. Gen Z cenderung memandang sesuatu dari opportunity yang diberikan serta bagaimana sebuah aktivitas dapat disajikan dengan cara yang lebih menarik dan estetis. Pertanian menjadi ruang baru yang dapat dieksplorasi, baik dari aspek teknologinya maupun dari segi visualnya. Dengan adanya berbagai inovasi pertanian modern seperti hidroponik, urban farming,  dan sistem pertanian modern yang lain, kegiatan bertani dapat dilakukan dengan praktis, bersih, dan pastinya estetis.

Kehidupan gen Z yang terbiasa dengan dunia digital sangat mengutamakan sekali visual dan kreativitas. Hal tersebut membuat mereka membawa standar baru dalam melihat suatu bidang, termasuk salah satunya pertanian. Di mata gen Z bertani mungkin tidak hanya sekedar tentang seberapa hasilnya, tetapi juga tentang bagaimana proses bertani dapat dinikmati dan di bagikan di media sosial. Ketika pertanian dikemas secara menarik tentunya dapat mengubah persepsi orang tentang pertanian. Pertanian tidak lagi dianggap remeh, tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan yang kotor, tetapi justru terlihat modern karena bertani tidak harus di kebun dan tidak harus berkontak langsung dengan tanah.

Pandangan Gen Z sekarang terhadap dunia pertanian menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan dari sektor ini. Dengan adanya pertanian modern pertanian tidak lagi identik dengan tanah dan kotoran, tetapi berkembang menjadi aktivitas yang lebih fleksibel dan relate dengan gaya hidup Gen z yang modern. Konsep ‘petani estetik’ menjadi gambaran bagaimana terciptanya peluang baru bagi anak muda di bidang pertanian. Dengan perspektif yang lebih terbuka dan kreatif, pertanian tidak hanya dipahami sebagai sektor penting, tetapi sebagai sektor yang berpeluang untuk dikembangkan dn dikemas dengan cara yang menarik.

Perubahan cara pandang terhadap dunia pertanian menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan esensinya sebagai penopang kehidupan. Peran generasi muda seperti Gen Z, menjadi kunci dalam menghadirkan suatu inovasi, kreativitas, serta citra baru yang lebih positif terhadap profesi seorang petani. Dengan dukungan teknologi, edukasi, dan pemanfaatan media digital di masa sekarang, pertanian dapat menjadi bidang yang tidak hanya produktif tetapi juga relevan dengan gaya hidup modern. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk terus mendorong perkembangan ini agar pertanian semakin diminati, dihargai, dan mampu berkontribusi secara berkelanjutan bagi masa depan pangan dan lingkungan.
penulis: Ahmat Rofik Elga Widiantoro & Hazwan Arya Ibiansyah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com