Kegiatan PKKMB Raja Brawijaya tahun ini menuai banyak masalah. Pada H-1 Upacara Pembukaan (13/08/23), dilaksanakan gladi bersih di Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya. Dalam kegiatan tersebut, mereka dijemur selama tiga jam dari jam tujuh pagi hingga jam sepuluh siang tanpa adanya kegiatan yang jelas. Setelah itu, panitia mengintruksikan mahasiswa baru untuk mencari kode warna papermob. Merasa kelelahan setelah dijemur, sedikitnya 30 mahasiswa baru Universitas Brawijaya tumbang karena hal tersebut.
Penugasan papermob yang diberikan menyebabkan banyak mahasiswa yang protes karena penugasan baru diberikan H-1 kegiatan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa baru untuk mencetak kertas bufallo ukuran A3 sesuai kode warna juga tidak murah. Ketidak jelasan tugas papermob ini, menimbulkan banyak protes sehingga penugasan diundur dan akan dilaksanakan pada kegiatan Open House tanggal 26-27 Agustus 2023.
Setelah kegiatan gladi bersih yang menuai banyak protes dari mahasiswa baru dan pihak-pihak lain, Upacara Pembukaan Raja Brawijaya yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2023 juga menyebabkan beberapa korban sakit dan jatuh pingsan. Hal tersebut dikarenakan penyebaran tempat duduk yang tidak merata. Sehingga, mahasiswa yang melaksanakan upacara di lapangan rektorat dan terkena matahari secara langsung jatuh sakit bahkan sampai pingsan. Ketua Panitia Raja Brawijaya, Pugoh Ananta Putra menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kondisi mahasiswa sendiri yang tidak siap dalam mengikuti upacara.
“Hal tersebut karena teman-teman dari mahasiswa baru ini, belum makan sarapan, kemudian ada penyakit bawaan, kemudian juga ada lagi dari teman-teman mahasiswa baru itu yang pasca operasi atau penyembuhan dari pasca luka atau sebagainya,” tutur Pugoh dalam konferensi Pers yang dilaksanakan Senin, 14 Agustus 2023 di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.
Menurut Pugoh, terdapat 11 titik yang menjadi posko kesehatan pada kegiatan Upacara Pembukaan Raja Brawijaya tahun ini. Terdapat juga satu posko besar untuk menampung mahasiswa yang sakit selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bekerjasama dengan Klinik Universitas Brawijaya, Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Nakesma, dan KSR. Panitia telah menyediakan enam unit mobil ambulance dan tiga mobil darurat sebagai Tindakan pencegahan apabila ada mahasiswa yang harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Hal tersebut nantinya akan menjadi evaluasi bagi panitia dan pihak-pihak lain yang terkait agar kegiatan selanjutnya akan berjalan lebih baik lagi dari Raja Brawijaya tahun ini. Seperti yang disampaikan oleh Puguh, “Kami percaya bahwa sebaik-baiknya hasil adalah evaluasi. Evaluasi ini tentunya kami akan jadikan sebuah pondasi nantinya untuk di rangkaian-rangkaian berikutnya.”
Penulis: Siti Nurhajijah
Editor: Diandra Putri
Dokumentasi: Nisrina
Leave a Reply