Mina Cabai: Gagasan Agriculturemix dengan Keuntungan yang Menjanjikan

Budidaya mina tanaman merupakan terobosan dalam bidang pertanian yang cocok diterapkan pada beberapa daerah. Pasalnya, teknologi budidaya mina tanaman itu diyakini mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani. Contoh mina tanaman yang sudah banyak diterapkan adalah mina padi, mina cabai, serta mina timun.

Mina cabai merupakan sistem pertanian yang memadukan tanaman cabai dengan pemeliharaan ikan. Penerapan penanaman mina cabai biasanya dikolaborasikan dengan jenis ikan lele atau nila. Mina cabai ini sendiri merupakan pengembangan dari konsep mina padi yang sebelumnya telah dibudidaya. Tujuan dari mina cabai ini adalah untuk memenuhi ekonomi dari penanaman cabai yang memiliki waktu 4 bulan untuk panen serta memenuhi perekonomian dari pemeliharaan ikan yang rata-rata memiliki waktu 2,5 bulan untuk panen. Contoh nilai ekonomi yang berhasil diperoleh dari mina cabai adalah pada kawasan pertanian di daerah Magelang, pengalaman Timbul mengusahakan mina cabai di lahan seluas 500 meter persegi mampu menghasilkan hasil kombinasi cabai 20 kali panen (harga cabai Rp 35 rb/kg) senilai Rp 4 juta plus bibit ikan nila merah 50 kg senilai Rp 2 juta rupiah dalam kurun waktu 4 bulan.

Budidaya mina cabai juga memiliki nilai secara ekologi. Tanaman cabai dalam budidaya mina cabai memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman cabai biasa serta minimalnya serangan dari hama. Kelembapan tanah juga terjaga sebab adanya kadar air yang cukup disekitar bedengan tanaman cabai.  Hal tersebut berpengaruh terhadap biaya pestisida dan perawatan tanaman menjadi tergolong kecil.

Pertumbuhan awal mina cabai dengan cabai konvensional tidak jauh berbeda, namun yang membedakannya adalah ketika memasuki fase generatif. Mina cabai tumbuh lebih baik dari pada cabai konvensional, karena pada mina cabai sangat sedikit hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Sebelum menanam mina cabai, tanah diolah dengan diberikan pupuk organik yang banyak, sehingga dalam sekali tanam tidak terlalu membutuhkan pupuk lagi karena sudah tersedianya pupuk dalam tanah yang berasal dari kotoran ikan sebagai bahan organik tanah. Penggunaan pestisida dalam budidaya mina cabai hampir tidak ada, jika menggunakan pestisida maka akan berdampak pada ikan yang ada di sekitar tanaman.

Jarak tanam yang digunakan dalam budidaya mina cabai Untuk sistem pemanenan sendiri menerapkan cara dengan membuat dasar kolam ikan yang tidak merata. Dasar kolam tidak merata yang dimaksud adalah dengan membuat dasar yang dangkal dan dalam, sehingga ketika memasuki musim panen, ikan dapat masuk pada bagian yang dalam, sehingga petani dapat memanen cabai dengan melalui bagian kolam yang dangkal.

Referensi

Jaritani Official. 2020. Inovasi Mina Cabai, Pohon Lebih Subur, Minim Penyakit Ikan Lebih Cepat Besar. 2021, 10 September. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=Gj4fBGCgT1A&t=314s

Story Story. 2020. Inovasi Tanaman Cabai Mina Ikan Hasil Sangat Menguntungkan. 2021, 10 September.  Youtubehttps://www.youtube.com/watch?v=qtalGKaL7Cs&t=41s

Penulis             : Ryan Kharisma

Editor              : Shanti R.P

Sumber gambar : kanal youtube Story Story

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com