Persmacanopy.com

Membangun Pertanian Indonesia

RAJA Brawijaya 2026 Jadi Langkah Awal Menuju World-Class University

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadi salah satu wajah baru pada PKKMB Raja Brawijaya 2026. Tidak sekadar memperkenalkan lingkungan akademik, keberadaan mahasiswa internasional juga menjadi bagian dari upaya Universitas Brawijaya dalam membangun pengalaman kampus yang berorientasi global.

“Tahun ini kita ingin RAJA BRAWIJAYA menjadi world class university orientation. UB merupakan world class campus, sehingga PKKMB-nya juga harus memiliki standar yang mendukung arah tersebut. Karena itu kita menonjolkan sisi internasionalisasi di RAJA BRAWIJAYA tahun ini.”

Internasionalisasi itu tidak berhenti pada tema. Dalam opening ceremony RAJA Brawijaya 2026, mahasiswa baru yang tergabung dalam Candra Sena 64 diperkenalkan langsung dengan mahasiswa internasional Universitas Brawijaya melalui penampilan orasi dari berbagai bahasa dan parade mahasiswa internasional.

Delegasi yang diperkenalkan berasal dari sejumlah negara, antara lain Nigeria, Pakistan, Libya, Yaman, Rwanda, Myanmar, Mesir, Afghanistan, Tanzania, Madagaskar, Turkmenistan, Botswana, Sudan, Vietnam, Gambia, Timor Leste, dan Somalia. Dalam narasi acara, mahasiswa internasional tersebut diperkenalkan bukan sebagai tamu, melainkan bagian penting dari Universitas Brawijaya.

Orasi tersebut membawa satu pesan mengenai keberagaman. Perbedaan bahasa, budaya, dan latar belakang ditempatkan sebagai kekuatan untuk membangun pemahaman dan hubungan antarmanusia. Pesan itu kemudian diperkuat melalui parade yang mempertemukan identitas berbagai negara dalam satu almamater.

Pengenalan  menjadi Gambaran awal bagi mahasiswa baru Universitas Brawijaya mengenai lingkungan yang akan mereka masuki selama menjadi mahasiswa. Internasionalisasi tidak lagi hanya hadir sebagai istilah dalam visi universitas, tetapi diperlihatkan melalui interaksi dengan mahasiswa yang memiliki latar belakang negara dan budaya berbeda selama rangkaian PKKMB Raja Brawijaya berlangsung.

Selain perspektif global, RAJA Brawijaya 2026 juga memperkenalkan perubahan dalam penggunaan teknologi.

Panitia mengembangkan pengelolaan kepanitiaan secara digital melalui Integrated System Managerial RAJA Brawijaya serta aplikasi mahasiswa baru yang dilengkapi sejumlah fitur, termasuk Maps dan AI Assistant.

Penggunaan teknologi menjadi salah satu bentuk pembaruan RAJA Brawijaya tahun ini. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan ruang fisik kampus, tetapi juga dengan sistem digital yang akan menjadi bagian dari aktivitas mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Namun, digitalisasi dalam RAJA Brawijaya 2026 bukan sekadar penggunaan aplikasi. Kehadiran AI menjadi salah satu isu yang sengaja diperkenalkan sejak mahasiswa baru memasuki lingkungan kampus. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi ditempatkan sebagai bagian dari kemampuan yang perlu mulai dikenali mahasiswa sejak awal perkuliahan.

Ambisi menjadi kampus berkelas global juga dibarengi dengan isu inklusivitas. UB memperkenalkan fasilitas dan layanan bagi mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam, termasuk gedung layanan disabilitas, guiding block, dan jalur ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Isu tersebut juga hadir secara lebih tegas dalam pembukaan RAJA Brawijaya 2026 melalui pembacaan fakta integritas mahasiswa baru. Candra Sena 64 menyatakan komitmen untuk menjunjung nilai kemanusiaan, kesetaraan, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Mereka juga berjanji untuk tidak melakukan kekerasan fisik, verbal, psikis, seksual, perundungan, intoleransi, maupun diskriminasi.

“Universitas Brawijaya tidak memberi tempat bagi perundung, bagi kekerasan, maupun pelecehan seksual dalam bentuk apa pun. Kita zero tolerance terhadap itu semua.” Ujar Prof. Widodo dalam sambutan PKKMB Raja Brawijaya 2026.

Dengan demikian, visi global yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru tidak hanya berbicara tentang kemampuan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara. UB juga menempatkan lingkungan yang aman dan inklusif sebagai bagian dari kehidupan akademik yang ingin dibangun.

RAJA Brawijaya 2026 pada akhirnya ditempatkan sebagai lebih dari sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru. Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB, Dr. Sujarwo, S.P., M.P., menyebut PKKMB sebagai momentum untuk memperkenalkan wajah UB sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kapasitasnya sejak awal perkuliahan.

“Kita dengan tangan terbuka menyambut mahasiswa baru dan kemudian kita menunjukkan wajah terbaik Universitas Brawijaya, sehingga mahasiswa baru punya ekspektasi untuk meningkatkan kapasitas tertinggi yang bisa mereka capai, baik dalam kegiatan akademik maupun dalam kegiatan kemahasiswaan.”

Pesan tersebut sejalan dengan sambutan Rektor kepada Candrasena 64. Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya akan menghadapi kehidupan akademik, tetapi juga dunia yang cepat berubah, penuh persaingan sekaligus peluang. Ia mendorong mahasiswa untuk berani belajar, berpikir kritis, dan terus berkembang.

Penulis : Ahmad said al charis & Angga Adi Wijaya

Editor   : Muhammad Renaldy Fasha

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com