
Kota Malang, 26 April 2026 — Suasana hangat terasa di Balai Desa Sumberejo saat kegiatan PRISMA Mengabdi 2026 resmi dimulai. Program tahunan yang diselenggarakan oleh PRISMA (Pusat Riset dan Kajian Ilmiah Mahasiswa) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini menghadirkan inovasi bagi para petani dan masyarakat desa. Di Desa Sumberejo, kegiatan difokuskan pada pemanfaatan komoditas tanaman herbal yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu rosella, menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Mengusung tema “From Grow to Glow: Optimalisasi Potensi Desa melalui Inovasi dan Kolaborasi Masyarakat dalam Pengembangan Produk Lokal,” kegiatan ini menyasar masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM. Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung, peserta diajak mengolah rosella (Hibiscus sabdariffa) menjadi minuman kombucha dengan bantuan bakteri SCOBY. Proses tersebut berlangsung secara interaktif, disertai penjelasan mengenai tahapan pengolahan, manfaat kesehatan, serta potensi pengembangan produk sebagai peluang usaha.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dimana dalam waktu pelaksanaannya pada tanggal 26 april dan 3 Mei 2026 di Balai Desa Sumberejo. Selain melibatkan masyarakat setempat, kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya serta para volunteer yang siap mengabdikan diri bersama-sama melakukan inovasi ini. Interaksi yang terjalin berlangsung aktif dan komunikatif, dan keantusiasan masyarakat Desa Sumberejo menciptakan suasana yang partisipatif selama kegiatan berlangsung.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, terdapat banyak rangkaian acara. Akan tetapi, sesi praktik menjadi bagian utama dan paling berkesan dalam kegiatan pengabdian ini. Masyarakat terhubung dengan mahasiswa dan volunteer, dan terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pengolahan rosella menjadi kombucha, mulai dari persiapan bahan hingga proses fermentasi. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sosialisasi pembelajaran terkait pemanfaatan produk rosella dan peluang pengembangannya agar dapat disebut sebagai produk bernilai. Antusiasme dan senyum masyarakat terlihat dari awal hingga akhir kegiatan yang tentunya memberikan kesan yang mendalam pada saat kegiatan, terlebih dengan ketua PKK desa Sumberejo, Ibu Mulyatini ikut memberikan apresiasi dan dukungan penuh dengan acara ini. “Dulunya desa Sumberejo memiliki ikon produk olahan minuman dari sari Rosela bernama santero, tetapi sudah lama tidak berlanjut hingga saat ini. Oleh karena itu, kegiatan Prisma Mengabdi 2026 dapat mendukung pemanfaatan kembali Rosela menjadi minuman kombucha yang diharapkan menjadi ikon baru yang dapat menghidupkan kembali ciri dan ikon yang khas dari desa sumberejo,” ungkapnya.
Melalui Prisma Mengabdi, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemajuan desa melalui pengolahan komoditas tanaman yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk yang berkelanjutan, menyehatkan, dan bernilai ekonomi.
Penulis: Kesar Abimael S. & Muhammad Dzaky R.
Editor: Ahmat Rofik Elga W.
Gambar: PRISMA FP UB 2026












Leave a Reply