Persmacanopy.com

Membangun Pertanian Indonesia

Kelas Malam FP: Efektifkah Mengurai Jadwal atau Justru Menambah Beban?

Penerapan jadwal perkuliahan hingga jam ke-6 (18.00–19.40) bagi mahasiswa angkatan 2024 menimbulkan perbincangan di lingkungan Fakultas Pertanian. Kebijakan tersebut merupakan jadwal kelas praktikum yang dinilai berbeda dari pola perkuliahan yang selama ini umumnya berakhir pada sore hari. Respons yang muncul mulai dari mahasiswa hingga petugas pelayanan kelas menunjukkan keresahan terhadap kebijakan ini.

Di satu sisi, penambahan jam perkuliahan dipandang sebagai solusi dari kepadatan jadwal dan keterbatasan ruang kelas. Namun di sisi lain, perkuliahan hingga malam hari dinilai berdampak pada konsentrasi belajar dan waktu istirahat bagi mahasiswa yang semakin terbatas. Selain itu, penambahan jam tersebut turut menambah beban kerja bagi petugas pelayanan kelas yang bertugas sejak pagi hingga kelas terakhir selesai. Kebijakan tersebut menimbulkan beragam perspektif dan pertimbangan dari masing-masing pihak.

 

Riska – Mahasiswa Agribisnis 2024

“Menurut saya, praktikum sampai sore hari saja sudah cukup menguras fisik dan konsentrasi. Saat itu, yang dipikirkan hanya kapan bisa pulang, apalagi kalau harus berlangsung sampai malam, tentu rasanya akan lebih berat. Jika dibandingkan dengan fakultas lain, memang banyak yang memiliki kelas malam, tetapi menurut saya tidak bisa disamakan dengan Fakultas Pertanian. Di fakultas lain nggak ada praktikum dan laporan praktikum. Kalau kita praktikum sampai malam, justru capeknya dobel.

Belum lagi masih harus mengerjakan tugas dan kuis dari BRONE. Terus kalau besok paginya ada kelas jam 7, waktu untuk istirahat juga semakin terbatas. Padahal, dalam jadwal perkuliahan terdapat hari dengan hanya satu mata kuliah, yang seharusnya masih memungkinkan untuk diatur pada jam-jam yang masih kosong. Kalau dilihat dari semester sebelumnya, dengan beban 24 SKS pun perkuliahan tetap dapat berjalan efektif tanpa adanya kelas malam.”

 

Dita – Mahasiswa Agroekoteknologi 2024

“Menurut saya, adanya penerapan kelas malam memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Di satu sisi, dapat membantu mengatur jadwal perkuliahan agar tidak terjadi bentrok antar mata kuliah. Namun, disisi lain pelaksanaannya dapat menurunkan konsentrasi dan stamina mahasiswa, terlebih semakin mendekatnya bulan Puasa.

Di jurusan saya sendiri, terdapat dua praktikum yang dijadwalkan pada malam hari, sehingga beban yang dirasakan semakin berat. Selain itu, kelas malam juga dinilai kurang efisien bagi mahasiswa yang memiliki jarak tempuh rumah yang cukup jauh dari kampus, karena harus pulang-pergi pada malam hari. Belum lagi, mahasiswa tetap dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas yang diberikan dosen, sehingga beban akademik dan fisik yang ditanggung mahasiswa semakin meningkat.”


Ratna – Mahasiswa Agribisnis 2024

“Menurut saya, jam efektif belajar maksimal jam 5 sore pada perkuliahan, dan untuk perkuliahan malam menurut saya tidak kondusif, karena itu sudah termasuk jam waktunya mahasiswa istirahat, karena kalo malam bukan hanya mahasiswa saja, setiap orang pun yang bukan mahasiswa juga sudah lelah karena  full aktivitas dari jam pagi sampai sore.

Kalo perkuliahan diadakan malam hari justru menyita waktu istirahat seseorang, Karena setiap orang memiliki jam tidur yang berbeda. Jika perkuliahan malam tetap diberlakukan, waktu tidur bisa mundur hingga pukul 20.00 atau 21.00 bahkan lebih larut. Kondisi ini berisiko menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu kesehatan. Kurang tidur juga berdampak pada konsentrasi dan performa belajar keesokan harinya. Mahasiswa bisa sulit fokus dan tidak maksimal saat mengikuti kelas. Selain itu, perkuliahan malam berpotensi menimbulkan risiko keamanan saat perjalanan pulang dari kampus. Waktu malam cenderung lebih rawan, terutama bagi mahasiswa perempuan.“

 

Rido – Mahasiswa Agribisnis 2024

“Menurut saya, kelas malam memang memberi peluang saya atau mahasiswa yang bekerja atau punya tanggung jawab di siang atau sore  hari. Saya melihat  beberapa teman saya harus membagi waktu antara kerja, organisasi, dan kuliah. Dengan adanya kelas malam, mereka tetap bisa melanjutkan studi tanpa harus cuti atau tertinggal mata kuliah. Sistem ini membantu mahasiswa yang memiliki tanggung jawab di siang atau sore hari  lebih fleksibel dalam mengatur jadwal dan tetap mengejar target akademik.

Namun menurut saya, menjalani kelas dari pagi sampai sore lalu ditambah malam juga sangat melelahkan. Waktu istirahat berkurang dan interaksi dengan keluarga juga terbatas, meski saya tinggal di kota yang sama. Jika kampus tetap mengadakan kelas pagi hingga sore dan membuka kelas malam, pengaturan beban kuliah dan waktu istirahat perlu diperhatikan agar kualitas belajar tetap terjaga.”


Mustakim – Petugas Pelayanan Kelas 

“Kalau dari kami yang di pelayanan kelas, jujur saja cukup keberatan. Kami mulai kerja itu dari pagi, sekitar jam 06.00 sudah berangkat. Kalau ada kelas sampai malam seperti ini, jam kerja kami bisa sampai 14 jam dalam sehari. Jadi dari pagi sampai malam benar-benar di kampus. Kalau dosen mungkin bisa bergantian, tapi kami tetap stand by dari pagi sampai kelas terakhir selesai. Kadang perkuliahan juga nggak selesai tepat waktu, jadi kami baru benar-benar pulang bisa jam delapan malam atau lebih, karena masih harus merapikan dan lain-lain.

Sebenarnya, kalau dilihat dari jadwal, masih ada jam kosong di sore hari yang bisa dimanfaatkan tanpa harus sampai malam. Beberapa ruangan juga ada yang tidak terpakai. Jadi menurut kami, jadwal ini mungkin masih bisa diatur ulang.

Kami juga paham ketentuan ini dari bagian akademik, ya sebagai pesuruh kami hanya menjalankan. Tapi kalau dari sisi kesejahteraan juga mungkin bisa dipertimbangkan. Jam kerja kami kalau ditambah kelas malam otomatis waktu kerja bertambah. Jadi ya, harapannya kalau bisa jadwal ini ditinjau lagi supaya tidak memberatkan, baik untuk mahasiswa maupun untuk kami sebagai petugas.”

 

Dony – Bagian Akademik

“Sebenarnya kelas malam itu tergantung dosennya juga, siapa yang bersedia mengajar di jam tersebut. Tapi kenyataannya memang jarang yang bersedia. Kalau dilihat dari sisi pengaturan jadwal, memang di semester 4 itu lagi padat-padatnya. Jadi kalau tidak ditambah sampai jam ke-6, kelasnya bisa tidak kebagian ruang. Jam malam itu sebenarnya solusi supaya tidak bentrok. Memang banyak yang mengeluh kenapa harus sampai malam. Tapi kalau tidak, nanti justru makin tabrak-tabrakan dengan mata kuliah lain. Apalagi ada mata kuliah umum dari pusat yang jadwalnya tidak sepenuhnya bisa kita atur. Kadang kita sudah mengajukan jam tertentu, tapi yang muncul bentrok dengan jadwal internal kita dan akhirnya harus menyesuaikan lagi.

Kalau untuk perpindahan jam sebenarnya bisa saja selama ada ruang kosong dan tidak bentrok dengan jadwal mahasiswa lainnya. Tapi tetap harus di cek di sistem booking room. Kalau memang tidak ada ruang ya mau tidak mau tetap di jam yang sudah ditentukan.

Untuk bulan puasa nanti tentunya berbeda lagi, ada kebijakan dari Rektorat untuk pengurangan jam kuliah. Kalau biasanya selesai sekitar jam 4 atau paling lambat jam 4 seperempat, sekarang karena ada penambahan jam yang sampai malam itu, kemungkinan bisa sampai sekitar setengah 5 atau jam 5. Tapi tetap tidak lewat waktu Maghrib karena dari kebijakannya semua perkuliahan harus selesai sebelum Maghrib. Kita dari fakultas hanya mengikuti kebijakan dari pusat.”

Penulis: M Renaldy Fasha & Syarifah Hafidzah
Editor: Rayya Izana Abqariyya
Gambar: Jadwal FP Genap 2025-2026_website

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com