Aktivitas lalu lalang mahasiswa di kawasan jalan masuk menuju Parkiran Sardo Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya kini terasa lebih tertata dibandingkan sebelumnya. Jalan yang dahulu dimanfaatkan sebagai area parkir tambahan, kini telah dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai jalur keluar masuknya kendaraan. Dengan adanya pembatas di bagian tengah jalan, akses masuk dan keluar dari kawasan parkir menjadi lebih terorganisir.
Perubahan tersebut mulai diterapkan sejak awal semester genap atau sekitar Februari 2026. Sebelum penataan dilakukan, sebagian badan jalan menuju Parkiran Sardo digunakan sebagai lokasi parkir tambahan. Kondisi tersebut muncul sebagai solusi sementara untuk mengatasi tingginya jumlah kendaraan yang datang setiap hari, sementara kapasitas parkiran utama, khususnya di kawasan Sardo atas, sering kali kurang mampu menampung seluruh kendaraan yang masuk.
Petugas parkir Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, Pak Eko, menjelaskan bahwa penggunaan badan jalan sebagai area parkir berawal dari tingginya kebutuhan akan lahan parkir tambahan. Menurutnya, ketika area parkir utama penuh, kendaraan akhirnya diarahkan untuk diparkir di sepanjang sisi jalan masuk menuju kawasan Parkiran Sardo atas.
“Parkiran Sardo atas kan penuh, jadi kendaraan ditaruh di pinggir jalan masuk ini. Sebelumnya ini memang jalan,” ujarnya saat diwawancarai.
Meskipun membantu menambah kapasitas parkir, keberadaan kendaraan yang berjajar di sisi jalan menyebabkan ruang gerak pengguna jalan menjadi lebih terbatas. Jalan yang seharusnya dapat digunakan secara leluasa oleh kendaraan yang masuk dan keluar parkiran menjadi lebih sempit. Pada jam aktif perkuliahan, terutama pada pagi hingga siang hari, kondisi tersebut kerap menimbulkan antrean kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas di sekitar area parkir.
Selain itu, keberadaan kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan masuk Parkiran Sardo juga berpotensi mengganggu pandangan pengguna jalan maupun pergerakan kendaraan lain yang melintas. Melihat kondisi tersebut, kemudian dilakukan penataan ulang dengan menghapus fungsi jalan sebagai area parkir. Kini, kendaraan tidak lagi diperbolehkan parkir di sepanjang ruas jalan tersebut serta dipasang pembatas di bagian tengah jalan untuk memisahkan arus kendaraan yang masuk dan keluar area parkir.
Menurut Pak Eko, setelah kendaraan tidak lagi diperbolehkan parkir di sepanjang jalan tersebut, perubahan ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran keluar masuknya kendaraan di kawasan Parkiran Sardo. Pembagian jalur yang lebih jelas dengan pemasangan pembatas di bagian tengah jalan juga membuat pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar area parkir menjadi lebih teratur.
“Sekarang jadi lebih lancar, apalagi sudah ada sekat di tengah. Jadi yang masuk atau keluar bisa lancar,” jelasnya.
Tidak hanya bagi pengendara, penataan ulang ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa yang hendak menuju area parkir maupun yang baru memarkir kendaraan kini memiliki ruang gerak yang lebih nyaman karena tidak perlu berjalan di antara deretan kendaraan yang terparkir di sisi jalan.
Menurut Pak Eko, kondisi jalan saat ini terlihat jauh lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, konsekuensi dari kebijakan tersebut adalah berkurangnya kapasitas parkir yang tersedia. Ia memperkirakan sekitar 25 hingga 30 sepeda motor yang sebelumnya dapat ditampung di sepanjang jalan masuk kini harus dialihkan ke area parkir lain, seperti bagian belakang kawasan parkir maupun area Parkiran Sardo bawah.
“Sekarang paling nambah di parkiran bagian belakang atau di bawah. Yang penting anak-anak masih bisa dapat tempat parkir dan tidak terlambat kuliah,” katanya.
Di sisi lain, perubahan kondisi ini juga dirasakan langsung oleh mahasiswa yang sehari-hari menggunakan fasilitas Parkiran Sardo. Nadya Aprilia, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2024, mengaku cukup sering melewati akses jalan tersebut dan merasakan perbedaan sebelum dan sesudah penataan dilakukan
Menurut Nadya, kondisi jalan sebelum adanya penataan sering kali menyulitkan pengguna parkiran. Selain sempit karena dipenuhi kendaraan yang terparkir, area tersebut juga kerap menjadi tempat berkumpul mahasiswa sehingga memperlambat mobilitas pengguna jalan.
“Jalannya nggak merata. Jujur macet banget karena jalannya jadi sempit dan sering dibuat nongkrong sama mahasiswa, jadi ganggu mahasiswa yang mau keluar masuk parkiran Sardo,” ungkapnya.
Nadya menilai kondisi saat ini lebih nyaman dibandingkan sebelumnya dan cukup terasa dampaknya terhadap kelancaran keluar masuknya kendaraan di kawasan tersebut. Ia merasa akses jalan kini lebih nyaman digunakan dibandingkan sebelumnya.
Ia juga mengaku lebih menyukai kondisi jalan yang sekarang karena terlihat lebih rapi dan terstruktur. Menurutnya, fungsi jalan sebagai akses keluar-masuk kendaraan menjadi lebih optimal ketika tidak digunakan sebagai area parkir tambahan.
Meskipun mendukung kebijakan tersebut, Nadya berharap pihak kampus juga memperhatikan kebutuhan mahasiswa akan fasilitas parkir yang memadai. Berkurangnya kapasitas parkir akibat penataan jalan dinilai perlu diimbangi dengan penyediaan area parkir yang lebih luas dan tertata agar tidak menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari.
“Kalau bisa dikasih tempat parkir yang proper dan luas juga” ujarnya.
Penataan jalan menuju Parkiran Sardo menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas civitas akademika di lingkungan FBiPK Universitas Brawijaya. Meskipun kebijakan tersebut dapat mengurangi kapasitas parkir yang sebelumnya tersedia di sepanjang jalan, sebagian besar pengguna menilai perubahan tersebut membawa dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan akses menuju kawasan parkir.
Di balik perubahan itu, soal lahan parkir yang sempit, masih menjadi masalah yang belum terpecahkan. Jumlah kendaraan terus bertambah tiap semesternya, sementara area parkir yang ada belum tentu cukup untuk menampung semuanya. Seperti yang diungkapkan Nadya, penataan jalan saja belum cukup perluasan area parkir yang kebih luas dan memadai masih menjadi harapan yang belum terjawab.
Satu hal yang jelas sejak pembatas dipasang dan parkir di badan jalan dilarang, antrean panjang di depan Parkiran Sardo sudah jarang terlihat. Setidaknya untuk sekarang.
Penulis : Syarifah Hafidza A.R
Editor : Ahmad Said Al Charis











Leave a Reply