Resensi Film Diam & Dengarkan

Judul Film : Diam dan Dengarkan
Narrative : Cristime Hakim,dkk
Producers : Tasya Anindita, dkk
Consulting Producers : Helga Angelina, dkk
Creative Department : Fikri, dkk
Sound Engineer and Sfx : Hari Kurnia
Created By : Mahatma Putra
Project Film : Anatman Picture
Executive Produters : Mahatma Putra, Natasha May
Narrator Film : Christine Hakim, Arifin Putra, Andien Aisyah, Dennis Adhiswara, Eva Celia, dan Nadine Alexandra
Durasi : 1:26:14


Pada segmen pertama film ini, “Kiamat yang tak terhindarkan” menceritakan tentang terjadinya bumi, dan fokus pada keberadaan manusia yang merupakan pemilik bumi ini dan tentang bagaimana caranya bertahan hidup di dunia. Film ini juga menjelaskan bahwa kita dengan tidak sadar bahwa tubuh kita ini dibentuk dari apa yang kita makan dari planet ini sampai membahas tentang COVID-19, serta bercerita tentang melahirkan cinta bagi sesama. Segmen kedua, “Mens Sana In Corpore Sano” menceritakan tentang gangguan mental manusia selalu dikaitkan dengan mitos dan misteri. Kesehatan mental adalah suatu faktor tentang terbentuknya cara manusia beraktifitas sehari-hari. Pada film ini dijelaskan bahwa manusia sulit untuk beradaptasi dengan lingkungannya apalagi secara spontan, jadi kalau kesehatan mental kita tidak terjaga meskipun kita sudah melakukan tindakan lain itu, daya tahan tubuh kita tetap akan masih turun. Segmen ketiga, “Kerajaan Plastik” menceritakan tentang plastik berasal dari berbagai macam bahan dasar. mulai dari kacamata, baju dan apapun terbuat dari plastik. Di mana pada awalnya plastik merupakan barang substitusi untuk menyelamatkan lingkungan. Pembuatan plastik yang awalnya bertujuan untuk mengurangi penebangan hutan, justru menjadi penyebab bencana alam. Segmen keempat “Air, (sumber gaya) hidup” bercerita tentang air menjadi sumber hidup, sumber peradaban, sumber energi, transportasi, industri, rekreasi dan gaya hidup. Air yang merupakan hal yang tidak terbatas ternyata terbatas. Segmen kelima, “Kehutanan Yang Maha Esa” tentang pentingnya biodiversitas dalam kehidupan. Rusaknya biodiversitas sangat berpengaruh langsung pada perubahan iklim dan pemanasan global. Segmen keenam, “Samudra Cinta” menceritakan tentang hubungan antara tingkat kebahagiaan manusia dengan adanya uang. Manusia adalah spesies yang unik, tetapi keunikan manusia yang paling utama adalah kemampuannya sebagai spesies untuk membangun kesadaran kolektif. Uang hanya bisa membawa kebahagiaan sampai level tertentu.


Banyak nilai moral dan pelajaran yang penting yang dapat kita ambil dari film ini, di bagian yang pertama sudah dijelaskan bagaimana terbentuknya bumi dari tidak ada makhluk hidup sampai ada dan berkembang dan sampai suatu saat nanti makhluk hidup punah juga dari bumi ini. Kita mempertahankan hidup untuk diri sendiri sampai anak cucu kita nantinya. Beberapa pengetahuan baru dapat dipetik dari film ini, terutama mengenai hal-hal yang ada dan sesuai kondisi dunia kita sekarang ini. Lewat film ini kita menjadi lebih open minded dengan keadaan dunia. Kemudian pada akhir film dibahas tentang Covid-19 yang membuat bumi menjadi lebih baik karena terjadi perubahan yang signifikan seperti semakin menipisnya polusi udara, menurunnya tingkat limbah plastik, dan lapisan ozon semakin baik. Akan tetapi, tidak selamanya masa Covid-19 terus berlanjut. Ketika masa pandemi ini selesai maka manusia akan kembali ke aktivitasnya masing-masing.

Film ini mengajarkan kita untuk peduli dengan keadaan sekitar demi masa depan bumi yang lebih baik.
Kita harus menerima apa yang sudah diberikan dan menjadi bersyukur dengan sikap menerima segala sesuatu serta melakukan apa yang bisa kita lakukan. Kenyataan yang sebenarnya dari pandemi ini adalah bukti dan peringatan bagi kita semua bahwa energi kolektif itu benar adanya. ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. Pikiran kita akan menjadi terbuka dan tahu bahwa manusia hidup harus berpikir ke depan.

Penulis : Nathalia Ully Nadeak

Editor : Fitrotun Nisa

Gambar bersumber dari channel youtube Anatman Pictures

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com