Melihat Lebih Dekat Program Studi (PS) Kehutanan

Malang-Canopy. Universitas Brawijaya (UB) tahun ini luncurkan Program Studi (PS) baru yakni Kehutanan pada jenjang Strata 1 (S1). PS Kehutanan nantinya berada di bawah naungan Fakultas Pertanian (FP). Menurut penuturan Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Tanah FP yakni Syahrul Kurniawan, SP., MP.,Ph.D menjelaskan bahwa PS ini sudah disetujui DIKTI (Pendidikan Tinggi) yang akan diresmikan pada seminar nasional. PS Kehutanan nantinya akan menerima 90 mahasiswa baik dari SBMPTN, SNMPTN dan mandiri.

Dilansir dari laman Kompas.com (7/2), Humas UB Kotok Gurito
menuturkan PS nantinya akan banyak mempelajari soal agroforestry (AF). Memanfaatkan hutan untuk budidaya dengan mempertimbangkan kelestarian alam.

Awal mula adanya PS Kehutanan ini menurut salah satu dosen Jurusan Manajemen Sumber Daya Lahan (MSDL) sekaligus Guru Besar FP merupakan salah satu penyumbang ide lahirnya PS Kehutanan yakni Prof. Dr. Ir. Kurniatun Hairiah menjelaskan bahwa “Kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim terus meluas dan meningkat untuk memperbaiki dan mengendalikan kerusakan lingkungan dengan memadukan tanaman pohon dengan tanaman musiman dinamakan AF. Disini kita membutuhkan pendamping yang mampu membantu memanajmen AF, nah apakah kita punya ahli ahli tersebut?”

Berawal dari dihibahkanya 534 ha hutan dari Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) sebagai hutan pendidikan kepada UB atau biasa kita kenal sebagai UB Forest yang banyak ditanami sayuran, kopi, pinus dan lain-lain. Walaupun hutan tersebut tidak namun hutan produksi yang awalnya milik Perhutani. UB sudah merintis AFsejak 1994 tetapi tidak kunjung tembus. Oleh karena itu untuk mengelola UB Forest perlu adanya PS Kehutanan. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Kajur Ilmu Tanah FP yakni Syahrul bahwa di Jawa Timur memiliki hutan rakyat yang sangat luas sedangkan  Perguruan Tinggi Negeri  (PTN) yang berada dalam lingkup Jawa Timur belum ada yang memiliki PS Kehutanan.

Kehutanan di UB memiliki corak ataupun perbedaan tersendiri dibandingakan dengan kehutanan yang berada di kampus lain. “Yang memberikan warna atau corak berbeda kehutanan di UB yakni sebenarnya AFsistemnya mirip hutan tapi ada campur tangan manusianya. Tanaman atau pohon pohon yang ditanam memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun fungsinya untuk lingkungan masih mendukung apa yang ada di hutan, inilah yang membedakan kehutanan di UB dengan kampus lain”. Jelas Kurniatun.

Syahrul menjelaskan bahwa di UB sendiri memiliki ciri khas AF dengan mengkombinasikan komponen kehutanan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Dikarenakan luasan alami sangat sedikit, sedangkan yang banyak dijumpai adalah tanaman pertanian dan tanaman hutan atau tanaman kayu serta non-kayu. Sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri karena banyak pihak yang berkecimpung didalamnya.

Kualitas ataupun akreditasi dari PS Kehutanan  menurut Kajur Ilmu Tanah ”Ini sudah langsung dari DIKTI, tetapi itu masih akreditasi hadiah dari DIKTI, kita baru bisa mengajukan akreditasi itu persyaratanya setelah dua tahun, nah tahun depan kita ajukan lagi, harapanya ketika sudah meluluskan mahasiswa sudah terakreditasi lebih bagus lagi.”

Syahrul juga menambahkan bahwa terdapat kurikilum yang akan diterapkan jika sudah dirancang, namun demikian di tahun 2020 ada peraturan baru yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Budaya (Permendikbud) No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tingi yang mengatur tentang Hak Belajar Tiga Semester diluar program studi atau bahkan diluar universitas, sehingga dalam perencanaan dan penyesuaian sesuai dengan  pertauran tersebut, tetap ada peminatan pada semester 5, yakni Silvilkultur, Manajemen AF, Konservasi Hutan, Pengolahan Hasil Hutan. Selanjutnya akan ada mata kuliah wajib yang harus ditempuh mulai semester 1–5, serta mata kuliah pilihan yang akan ditempu pada semester 6.

Urusan tenaga pendidik dalam PS Kehutanan Dr. Ir. Damanhuri, MS. menjelaskan bahwa tenaga pendidik akan banyak berlatar belakang kehutanan. Hal ini ditambahakan oleh Kurniatun bahwa konsep AF menggunakan,tenaga pengajar khususnya dalam bidang pertanian tetap memakai tenaga pengajar dari FP sedangkan dalam segi kehutanan akan melibatkan banyak instansi yang berkecimpung bidang kehutanan seperti ICRAF (World Agroforestry Centre). Kajur Ilmu Tanah juga menuturkan “Dosen- dosen di Jurusan Tanah dan FP sudah banyak melakukan kajian penelitian dan publikasi berkaitan dengan kehutanan yang juga tegabung  INAFE (The Indonesian Network for Agroforestry Education) sehingga kita sangat kuat dalam background dalam kehutanan.”

Dari segi kemahasiswaan Syahrul menjelaskan pada semester 1 akan ada kegiatan orientasi dengan berkoordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HMIT) atau di tingkat Fakultas seperti yang dilakukan Universiti Putra Malaysia (UPM) yakni terdapat Forest Camp seperti Pendidikan Pelatihan Dasar, Pembinaan Karakter baik softskill dan hardskill.

Pada leaflet yang akan disebar oleh FP UB pada Bulan Juli menjelaskan bahwa profil lulusan PS S-1 Kehutanan UB dirancang untuk mengisi beberapa bidang Kehutanan, Pertanian dan lingkungan dengan beberapa posisi yakni ada Manajer Lapangan AF, Perencana Manajemen AF, Konsultan Manajemen, Fasilitator Masyarakat dan penyuluh,  Pemantau kualitas, Pengendali Kebakaran Hutan, AF Enterepreuner, dan Peneliti. Selain itu, lulusan yang cocok untuk PS Kehutanan UB yakni Lulusan yang ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang AF dan manajemen sumber daya alam untuk mendukung pembangunan nasional dan regional. Lulusan yang akan membawa masa depan Pertanian dan Kehutanan secara berkelanjutan melalui cara-cara baru sebagai upaya untuk memecahkan masalah-masalah pengelolaan sumberdaya alam yang ada saat ini (nasional, sub-nasional dan lokal).

Dengan dibukanya program studi kehutanan ini otomatis jumlah mahasiswa FP akan naik. Sehingga sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik juga perlu disiapkan. Menurut penuturan Dekan FP Damanhuri, “Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang berjumlah 90 mahasiswa yang tidak terlalu banyak akan tetap memakai gedung yang berada di FP.”

Reporter : Wikan Agung N

Editor : Shanti Ruri P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Maaf konten ini merupakan hak cipta kami. Untuk menduplikasi karya ini dapat menghubungi kami di redaksi@persmacanopy.com